Kamis, 25 Desember 2008

Kegiatan public relations

Kegiatan public relations memiliki 5 segmentasi ,येतु


1. customer relations,
yaitu membangun hubungan dengan pihak luar।


2. employee relations,

yaitu membangun hubungan antara pimpinan dengan karyawan। Sehingga terbentuk kerjasama dan menimulkan kesejahteraan karyawan demi kemajuan perusahaan.


3. community relations,

yaitu membangun hubungan dengan pihak-pihak yang selama ini telah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang kita wakili। Selain itu juga menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar tempat perusahaan. Sehingga apabila perusahaan berada dalam masalah, maka masyarakat atau komunitas yang selama ini telah menjalin hubungan baik dengan perusahaan bisa membantu.


4. government relations,

yaitu membangun hubungan baik dengan pihak pemerintah। Dalam artian disini menjaga hubungan baik dengan instansi pemerintah.


5. media relations,

yaitu membangun hubungan baik dengan pihak media cetak maupun elektronik.

Keberadaan Public Relations

Keberadaan Public Relations diperuntukkan:


· Menciptakan reputasi bagi perusahaan dan organisasi

· Menciptakan reputasi para individual sebagai ahli di bidang yang dipilihnya.

· Meningkatkan kesadaran terhadap produk dan layanan pada organisasi yang mengadakan.

· Mempertinggi nama baik dari suatu kedudukan masyarakat atau nama baik perusahaan.

· Menyelenggarakan kampanye untuk mencapai tujuan tertentu.

fungsi Public Relations

Menurut pakar Humas Internasional, Cutlip & Centre, and Canfield (2000:4) yaitu fungsi Public Relations dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/organisasi).
  2. Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan pihak publiknya, sebagai khalayak sasarannya.
  3. Mengidentifikasi yang menyangkut opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan/organisasi yang diwakilinya, atau sebaliknya.
  4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen demi untuk tujuan dan manfaat bersama.
  5. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke publiknya atau terjadi sebaliknya demi tercapinya citra positif bagi kedua belah pihak.

kegiatan khas dari Public Relations

kegiatan khas dari Public Relations sebagai berikut:

  • Menunjang kegiatan manajemen dalam pencapaian tujuan utama perusahaan.
  • Membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan berbagai publik, baik publik internal maupun publik eksternal dalam upaya meningkatkan kerjasama yang baik dan positif.
  • Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan pesan, informasi dan publikasi lainnya dari organisasi/lembaga yang diwakili kepada publiknya atau sebaliknya.
  • Melayani publik sebaik mungkin dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan organisasi dengan tidak mengabaikan kepentingan umum.
  • Bersikap bahwa tujuan dan sasaran itu dalam pengertian, bukan memperoleh keuntungan sepihak dari publik sebgai sasarannya atau objek tertentu tetapi akan memperoleh keuntungan bersama.
  • Bersikap terampil dalam menerjemahkan kebijakan-kebijakan perusahaan/organisasi dalam arti sempit dan mengaitkan kepentingan dengan kebijakan pemerintah dalam arti luas.
  • Berkemampuan untuk mendengarkan (listening) dan bukan sekedar “hear” mengenai keinginan atau aspirasi yang terdapat di dalam masyarakat.

Senin, 22 Desember 2008

Profesi PR di Indonesia

Profesi PR di Indonesia dengan Masalah Sertifikasinya

Dalam era globalisasi saat ini suatu profesi harus memiliki muatan standar yang jelas, hal tersebut menjadi sangat penting terutama bagi profesi Public Relations di organisasi pemerintah maupun swasta. Untuk mewujudkan terbentuknya standar profesi kehumasan Indonesia yang kompeten, telah menyusun Standar Kompetensi Public Relations dan Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia bekerjasama dengan BAKOHUMAS ( Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah) dan departemen teknis yang mendukung fungsional kehumasan DEPKOMINFO, serta disupport para stakeholder yang bergerak di industri kehumasan.

Untuk kasus di Indonesia, sampai saat ini belum memiliki Standar Profesi PR, sehingga PERHUMAS dan BAKOHUMAS beritikad untuk segera menyelesaikan tangung jawab ini, dalam bentuk pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi PR Indonesia sekaligus Standar Kompetensi PR nya. Hal utama yang mendorong idealisme ini adalah realitas dunia indsutri ternyata masih banyak praktisi Humas yang belum kompeten, kalaupun sudah kompeten belum maksumal system remunerasi-nya, bahkan tidak ditempatkan daam struktur yang memadai karena supervisor atau atasanya tida melihat sedikitpun hasil kinerjanya positif terhadap organisasi.

Disisi lain Indonesia telah terlibat alam forum global, baik secara bilateral maupun regional, yang diharapkan akan menghasilakn perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Kemudian penerapan prinsip good governance yang suka tidak suka juga akan berpengaruh terhadap fungsionalisasi tugas Humas. Adanya lalu lintas SDM dari dalam dan luar negeri, yang seringkali menimbulkan perbedaan dan diskriminasi antara Tenaga Kerja Indonesia atau Tenaga Kerja Asing.

Pada akhirnya akan muncul tiga pilar pengembangan SDM berbasis kompetens. Mekanisme pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga Pendidikan / Lembaga Diklat, Sertifikasi Profesi 9 (BNSP) dan Industri serta Organisasi Profesi ( yang menerbitkan Standar Kompetensi ).

Untuk materi Standar Kompetensi PR tentunya harus dilakukan searching terhadap semua kompetensi PR di dunia dan melakukan penyesuaian untuk kasus institusi kehumasan di Indonesia.

Dan Tim inti Penyusunan Standar Kompetensi PR Indonesia (kerjasama PERHUMAS dan BAKOHUMAS) telah menyusun beberapa pokok pikiran tentang Standar Kompetensi PR Umum, Inti dan Khusus yang terdiri dari Pertama, keterampilan komunikasi ( communication skills) yang terdiri dari komunikasi lisan dan komunikasi tulisan. Kedua, keterampilan teknik kehumasan. Ketiga, kompetensi inti manajemen issue dan penelitian (research). Keempat, managerial, leadership dan ethic. Kelima, keterampilan khusus di bidang IT dan kemampuan berbahasa.


Keunggulan,Kekurangan e-PR

Keunggulan e-Public Relations, antara lain

· Membangun hubungan yang bersifat one to one secara cepat dan interaktif.

· Lebih flexible dan ekonomis dari pada PR yang dilakukan di dunia nyata,PR konvensional malakukan programnya dan mengeluarkan budet sampai rausan juta maka dengn e-PR kan jauh lebih murah

· Menyediakan informasi yang lengkap tentang institusi secara kontinue dan konstan,internet isa dakses kapan saja sesuai yang kita butuhkan.

· Respon yang cepat.terjadi kegiatan komunikasi yang cukup baik karena penyampaian respon bisa berjalan secara timbal balik


Kekurangan e-Public Relations, antara lain :

· Kegiatan hacking menjadi salah satu ancaman bagi dunia maya dan di Indonesia belum ada hukum yang jelas tentang kejahatan dunia maya.

· Lebih besar masyarakat Indonesia belum mengerti teknologi internet sehingga e-PR menjadi sangat tersegmentid


Manfaat e-PR


  1. PR konvensional bergantung pada perantara (reporter atau wartawan), sedang e-PR pesan-pesan koorporat langsung disampaikan kepada target publik.
  2. Membangun digital brand images
  3. Membina hubungan yang baik dengan berbagai media, melalui media center online
  4. e-PR digunakan sebagai sarana komunikasi pasar global
  5. Dapat langsung memperoleh feedback dari publik serta mengetahui secara langsung keinginan-keinginan mereka
  6. Mendukung departemen pemasaran melalui 3 R ; relations dengan berbagai target audiens,reputations melaui penggunaan teknologi modern,relevantions memberi informasi yang relevan enagn keinginan target audiens

Komunikasi yang dilakukan Public Relations konvensional yang bersifat informative dan persuasive dilaksanakan dengan :

· Tertulis : dengan menggunakan surat-surat, papers, blletin, brosur, dll.

· Lisan : mengadakan briefing, rapat-rapat, presentasi,seminar-seminar.

· Conselling : menyediakan beberapa anggota staf yang telah mendapatkan letihan atau pendidikan untuk memberikan nasehat-nasehat kepada para karyawan, turut memecahkan masalah-masalah pribadi mereka atau mendiskusikannya.


Adapaun beberapa perbedaan e-Public Relations dengan Public Relations Konvensional, yaitu antara lain :


· Respon yang terjadi cepat, internet dapat merespon secara cepat dengan sema permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dari pelanggan। Sedangkan PR konvensional tidak dapat merespon dengan cepat permasalahan, tetapi harus mengadakan riset dan survei secara manual terlebih dahulu.


· Komunikasi yang terjadi konstan, dalam arti internet tidak pernah tidur dengan target audiensnya diseluruh dunia dan mampu bekerja 24 jam non stop। Sedangkan dalam PR konvensional tidak seperti itu, hanya dalam waktu tertentu dan jarak tertentu saja.


· Interaktif, dengan adanya internet para praktisi PR memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung websites perusahaan। Sedangkan PR konvensional feedbacknya dengan cara bertatap muka langsung dan berkomunikasi langsung.


· PR konvensional sangat bergantung pada perantara (reporter atau wartawan), sedangkan e-PR pesan-pesan yang disampaikan langsung disampaikan kepada target।


· Dalam e-PR biaya yang dikeluarkan menjadi cukup hemat karena dengan adanya internet, oleh sebab itu praktisi PR dan perusahaan tidak harus mengeluarkan budget yang banyak, karena cukup dengan memberikan informasi secara jelas melalui website, semua orang bisa melihatnya. Sedangkan dalam PR konvensional ketika melakukan program harus mengeluarkan biaya besar karenakegiatan Public Relations Konvensional meliputi kegiatan-kegiatan fisik, misalnya dengan mengadakan perss conference, press release, brosur, spanduk dsb.